Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil ( Mario teguh )
Sepenggal kata mutiara dari Mario Teguh diatas, memberikan gambaran bahwa keberhasilan yang sebenarnya dapat diperoleh saat kita mencoba untuk menemukan keberhasilan tersebut. Karena dalam setiap proses kehidupan yang kita alami, selalu terdapat pembelajaran baru yang akan meningkatkan potensi diri kita.
Terkadang dalam menjalani hidup, tak jarang kita mengalami kejenuhan, kegagalan, maupun kekecewaan yang dapat menyebabkan seseorang tidak memiliki semangat lagi untuk menjalani hidupnya. Rasa putus asa dan tidak memiliki harapan lagi, menjadi kebiasan buruk bagi orang yang mengalami kegagalan. Sebaiknya Anda mulai menyadari bahwa kebudayaan tersebut hanya akan menghancurkan diri Anda sendiri. Karena kegagalan yang Anda alami adalah hasil perbuatan Anda sendiri. Untuk itu Anda juga harus bertanggungjawab atas kegagalan yang Anda alami, dengan membangkitkan kembali motivasi hidup Anda.
Pembelajaran besar tentang motivasi dapat kita peroleh dari kisah Thomas Alfa Edison saat beliau berusaha menciptakan sebuah lampu pijar. Thomas Alfa Edison yang dulunya dianggap bodoh oleh gurunya hingga dikeluarkan dari sekolah, ternyata tidak menyerah dengan keadaannya saat itu. Tanpa pendidikan di sekolah, Thomas kecil tetap belajar secara otodidak di rumah dengan bantuan buku – buku serta laboratorium kecil yang sengaja dibuatkan oleh ibunya.
Dari sanalah beliau mulai melakukan percobaan untuk menciptakan lampu pijar. Beribu – ribu kegagalan beliau alami sebelum akhirnya pada percobaannya yang ke 9.999 beliau berhasil menciptakan lampu pijar yang benar – benar bisa menyala dengan terang. Saat ditanya tentang kegagalan yang dialaminya hingga ribuan kali, Ia hanya menjawab bahwa dirinya merasa tidak pernah gagal. Melainkan Ia baru saja menemukan ribuan cara baru, untuk membuat lampu tidak bisa menyala. Dia memandang ribuan kegagalan tersebut sebagai manfaat yang memberikan tambahan pengetahuan, khususnya mengenai cara agar lampu tidak dapat menyala.
Cara Thomas Alfa Edison menanggapi kegagalannya, dapat memberikan inspirasi bagi kita bahwa dibalik semua kegagalan tersimpan pembelajaran besar yang bermanfaat untuk diri kita. Bayangkan bila saat itu Thomas Alfa Edison menyerah pada percobaannya yang ke 9.998, mungkin sampai saat ini kita tidak akan mengenal adanya lampu pijar. Oleh karena itu ciptakan kekuatan untuk selalu memotivasi diri Anda, terus mencoba dan berproses. Karena dengan berproses, Anda baru saja menemukan cara baru untuk meraih kesuksesan Anda.
Semoga dengan kisah sukses Thomas Alfa Edison dapat memberikan inspirasi bagi Anda guna meningkatkan motivasi hidup untuk sebuah kesuksesan yang ingin Anda raih. Salam sukses.
Sumber gambar : http://riamuhe.files.wordpress.com/2010/06/dayakpos-ngobrol-seputar-bisnis-online2.jpg dan http://antilogin.blogspot.com/2009/12/motivasi-hidup-sukses-harus-berani.html
SUKSES CERDAS CERIA
Sabtu, 26 November 2011
BELAJAR DARI KUTU
Belajar dari kutu
Posted by arindatribuana Published in Motivasi Hidup
Aku pernah baca ini. Kalo kutu loncat adalah binatang yang bisa meloncat sejauh 300x tinggi tubuhnya!
Suatu hari kutu tersebut di masukin dalam kotak korek api kosong dan dibiarin disana selama 2 minggu. Jadi selama itu kutu cuma bisa loncat setinggi korek api. Setelah keluar kutu tersebut gak bisa lagi loncat 300x tinggi tubuhnya! kenapa?
Ternyataa, ketika kutu itu lompat di dalem korek api, ia terus-terusan terbentur. Dicoba lagi sama kutu, eh lagi lagi terbentur. Terus-terusan begitu sampe akhirnya kutu itu mulai ragu sama kemampuan dia. Mungkin kutu jadi mikir kali..”jangan jangan aku dah gak bisa loncat tinggi lagi..”. Lantas si kutu langsung mencoba loncat kecil di dalam korek. Nahh,,pikirnya “bener kan, aku ga terbentur! Lebih baik aku ambil aman deh daripada terbentur terus. Mungkin cuma bisa setinggi ini aja ngeloncatnya.” Pas dikeluarin dari kotak korek tadi, kutu masih ngerasa kemampuan ngeloncatnya hanya sebatas itu. Seumur hidupnya kutu itu cuma ngeloncat gitu-gitu aja.
can u get d point guys?
Tenyata ini bisa jadi Filosofi buat kita renungin. Klo buat kita, mungkin kotak korek tadi sama kayak hambatan dan keterbatasan yang sering kita temuain. Semakin kita ngerasa gagal melalui hambatan tersebut, semakin kita pesimis sama kemampuan kita. Kita gak berpikir buat menembus keterbatasan itu, moving on! Seringnya kita jadi meng-underestimate kemampuan kita. Ujungnya, sama kayak kutu tadi. Potensi kita jadi tertutup. Jadi, penghalang langkah menuju keberhasilan itu bukanlah kurangnya kemampuan atau gak punya kesempatan, tapi anggapan pesimis kita tentang kemampuan yang kita miliki.
Posted by arindatribuana Published in Motivasi Hidup
Aku pernah baca ini. Kalo kutu loncat adalah binatang yang bisa meloncat sejauh 300x tinggi tubuhnya!
Suatu hari kutu tersebut di masukin dalam kotak korek api kosong dan dibiarin disana selama 2 minggu. Jadi selama itu kutu cuma bisa loncat setinggi korek api. Setelah keluar kutu tersebut gak bisa lagi loncat 300x tinggi tubuhnya! kenapa?
Ternyataa, ketika kutu itu lompat di dalem korek api, ia terus-terusan terbentur. Dicoba lagi sama kutu, eh lagi lagi terbentur. Terus-terusan begitu sampe akhirnya kutu itu mulai ragu sama kemampuan dia. Mungkin kutu jadi mikir kali..”jangan jangan aku dah gak bisa loncat tinggi lagi..”. Lantas si kutu langsung mencoba loncat kecil di dalam korek. Nahh,,pikirnya “bener kan, aku ga terbentur! Lebih baik aku ambil aman deh daripada terbentur terus. Mungkin cuma bisa setinggi ini aja ngeloncatnya.” Pas dikeluarin dari kotak korek tadi, kutu masih ngerasa kemampuan ngeloncatnya hanya sebatas itu. Seumur hidupnya kutu itu cuma ngeloncat gitu-gitu aja.
can u get d point guys?
Tenyata ini bisa jadi Filosofi buat kita renungin. Klo buat kita, mungkin kotak korek tadi sama kayak hambatan dan keterbatasan yang sering kita temuain. Semakin kita ngerasa gagal melalui hambatan tersebut, semakin kita pesimis sama kemampuan kita. Kita gak berpikir buat menembus keterbatasan itu, moving on! Seringnya kita jadi meng-underestimate kemampuan kita. Ujungnya, sama kayak kutu tadi. Potensi kita jadi tertutup. Jadi, penghalang langkah menuju keberhasilan itu bukanlah kurangnya kemampuan atau gak punya kesempatan, tapi anggapan pesimis kita tentang kemampuan yang kita miliki.
ILMU KUNCI KEBAHAGIAN
Posted by Saydina On 15:21 0 komentar
Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada Abu Dzar al-Ghifari, “ Hai Abu Dzar, jika engkau pergi lalu mempelajari satu ayat dari kitab Allah adalah lebih baik bagimu daripada sholat seratus rokaat. Jika kamu pergi lalu mempelajari satu bab ilmu yang dapat diamalkan adalah lebih baik bagimu dibandingkan dengan kamu sholat seribu rokaat”.
Ilmu merupakan jendela dunia ? Benar, sebab untuk sukses di dunia denga ilmu bahkan, untuk mendapatkan kebahagian akherat juga dengan ilmu.
Ilmu sebagai jendela dunia, karena dengan ilmu manusia mampu memahami tanda-tanda dari Ilahi dan memahami tujuan hidupnya. Dengan ilmu dia mampu menyikapi setiap permasalahan dengan baik dan benar, sehingga bisa mendapat apa diinginkannya. Dengan ilmu, dia bisa hidup berbahagia dan mampu hidup dimana saja.
Ilmu adalah jendela dunia. Adapun tuntunan dan proses menuju kepada ilmu adalah dengan melalui belajar, baik dengan cara membaca, mendengar ataupun menganalisa ayat-ayat Qur’aniyah yang tertuangan di dalam kitab Al-Qur’an maupun ayat-ayat kauniyah yag terhampar pada dunia ini..............>>>>
Dengan belajar, manusia akan menjadi lebih baik, lebih cerdas, bijaksana, dan adil. Dia mampu untuk menjadikan hidupnya lebih bermanfaat, tidak terjebak pada kesalahan dan kegagalan yang sama dan lebih penting dari itu semua. Menigkatnya ketaatan kepada Allah.
SETIAP WAKTU
Setiap seorang muslim, belajar adalah proses tanpa henti yang dapat dilakukan di setiap ruang dan waktu. Seorang muslim diharapkan memegang kunci peting untuk membuka jendela dunia sekaligus kebahagian akherat.
Dengan kunci berupa ilmu itulah dia akan mampu memikul amanah Allah menjadi hamba dan kholifah-Nya sekaligus dapat meraih apa yag dicita-citakan berupa kebahagian hidup dunia maupun akherat.
Tidak ada lagi rasa malas dan rendah motivasi dalam belajar bagi setiap muslim, karena dia memahami betapa pentingnya posisi ilmu bagi dirinya dan sebuah kewajiban yang mutlak karena sebagai kunci yang membuka kesuksesan hidup dunia maupun akherat.
MOTIVASI BELAJAR
Pemahaman Islam mengenai ilmu dan belajar sangatlah berorentasi pada motivasi internal. Ini berangkat dari beberapa ayat dan hadits, di antaranya adalah
"bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan"
Dan “ Tuntutlah ilmu mulai dari buaian ibu sampai ke liang lahat”.
Pemahaman ini kemudian disajikan konsep untuk mengiatka belajar seumur hidup ( Long Life Education )
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Mengapa seorang muslim mau belajar seumur hidup ? karena belajar itu termasuk ibadah da jihad serta sebagai sarana untuk bisa melakukan pengabdian kepada Allah secara baik dan benar.
Jadi, belajar harus kita lakukan seumur hidup, dan sama sekali bukan untuk sekedar mencari sebuah pekerjaan.
Posted by Saydina On 15:21 0 komentar
Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada Abu Dzar al-Ghifari, “ Hai Abu Dzar, jika engkau pergi lalu mempelajari satu ayat dari kitab Allah adalah lebih baik bagimu daripada sholat seratus rokaat. Jika kamu pergi lalu mempelajari satu bab ilmu yang dapat diamalkan adalah lebih baik bagimu dibandingkan dengan kamu sholat seribu rokaat”.
Ilmu merupakan jendela dunia ? Benar, sebab untuk sukses di dunia denga ilmu bahkan, untuk mendapatkan kebahagian akherat juga dengan ilmu.
Ilmu sebagai jendela dunia, karena dengan ilmu manusia mampu memahami tanda-tanda dari Ilahi dan memahami tujuan hidupnya. Dengan ilmu dia mampu menyikapi setiap permasalahan dengan baik dan benar, sehingga bisa mendapat apa diinginkannya. Dengan ilmu, dia bisa hidup berbahagia dan mampu hidup dimana saja.
Ilmu adalah jendela dunia. Adapun tuntunan dan proses menuju kepada ilmu adalah dengan melalui belajar, baik dengan cara membaca, mendengar ataupun menganalisa ayat-ayat Qur’aniyah yang tertuangan di dalam kitab Al-Qur’an maupun ayat-ayat kauniyah yag terhampar pada dunia ini..............>>>>
Dengan belajar, manusia akan menjadi lebih baik, lebih cerdas, bijaksana, dan adil. Dia mampu untuk menjadikan hidupnya lebih bermanfaat, tidak terjebak pada kesalahan dan kegagalan yang sama dan lebih penting dari itu semua. Menigkatnya ketaatan kepada Allah.
SETIAP WAKTU
Setiap seorang muslim, belajar adalah proses tanpa henti yang dapat dilakukan di setiap ruang dan waktu. Seorang muslim diharapkan memegang kunci peting untuk membuka jendela dunia sekaligus kebahagian akherat.
Dengan kunci berupa ilmu itulah dia akan mampu memikul amanah Allah menjadi hamba dan kholifah-Nya sekaligus dapat meraih apa yag dicita-citakan berupa kebahagian hidup dunia maupun akherat.
Tidak ada lagi rasa malas dan rendah motivasi dalam belajar bagi setiap muslim, karena dia memahami betapa pentingnya posisi ilmu bagi dirinya dan sebuah kewajiban yang mutlak karena sebagai kunci yang membuka kesuksesan hidup dunia maupun akherat.
MOTIVASI BELAJAR
Pemahaman Islam mengenai ilmu dan belajar sangatlah berorentasi pada motivasi internal. Ini berangkat dari beberapa ayat dan hadits, di antaranya adalah
"bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan"
Dan “ Tuntutlah ilmu mulai dari buaian ibu sampai ke liang lahat”.
Pemahaman ini kemudian disajikan konsep untuk mengiatka belajar seumur hidup ( Long Life Education )
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Mengapa seorang muslim mau belajar seumur hidup ? karena belajar itu termasuk ibadah da jihad serta sebagai sarana untuk bisa melakukan pengabdian kepada Allah secara baik dan benar.
Jadi, belajar harus kita lakukan seumur hidup, dan sama sekali bukan untuk sekedar mencari sebuah pekerjaan.
Langganan:
Postingan (Atom)